Label Cloud

Wednesday, June 06, 2007

Tanam 10 Ribu Bibit Pohon

Thursday, 07 June 2007 02:33:51

IKLIM Berubah, Waspadalah Terhadap Bencana Lingkungan. Demikian tema peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Tema ini pulalah yang didengungkan sejumlah organisasi lingkungan di Banua.

Bahkan mereka menyebar 10 ribu bibit pohon untuk ditanam. Bibit-bibit tersebut, katanya diserahkan ke kelurahan-kelurahan dan sekolah-sekolah, serta organisasi-organisasi lingkungan.

Koordinator organisasi lingkungan di Banua, Anna Firmauli dalam rilis yang diterima BPost, Rabu (6/6) mengungkapkan, penyebaran ribuan bibit pohon itu dimaksudkan untuk mengembalikan kesadaran masyarakat, khususnya masyarakat kota tentang arti lingkungan yang bersih dan sehat.

Dikatakannya, kesadaran masyarakat sangat memprihatinkan. Ini dapat dilihat dari pembangunan-pembangunan yang tidak disertai dengan penanaman pohon pelindung yang dapat menyelaraskan kota dengan alam.

Selain menyebar bibit pohon, oraganisasi yang terdiri dari Mapala Fak Teknik, Mapala Graminea, Mapala Green Technic, Mapala Apache, BEM ATPN, BEM Pertanian, Himasindo, Impas-B, Iwapalamika, Mapala AGAS, Mapala Apache, Mapala Arga Ekonomi, Mapala Fisipioneer, Mapala Meratus, Mapala STIENAS, Mapala UNISKA, Rindang Banua, Mapala Wira Economica, YCHI, Mapala STIBA, melakukan kampanye dan pentas seni.*/ck6

Tuesday, June 05, 2007

Para Pejabat Terima Bibit Pohon

Selasa, 5 Juni 2007

RANTAU ,- Selain menggelar apel pagi, Senin kemarin juga dilaksanakan peringatan Hari Lingkungan Hidup se-dunia tahun 2007. Peringatan ini ditandai dengan bagi-bagi bibit pohon tanjung dan penesium kepada seluruh kepala dinas dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Tapin.

Dikatakan Bupati Tapin Drs H Idis Nurdin Halidi MAP, selaku pembina upacara, peringatan ini bertujuan untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim. “Untuk memperingati hari lingkungan hidup ini sebaiknya kita melaksanakan kegiatan adaptasi, antara lain dengan menanam pohon di lingkungan sekitar rumah dan kantor kita, juga untuk menghindari daerah pemukiman di lereng bukit dari bencana alam. Kemudian kegiatan mitigasi atau mengurangi efek gas rumah kaca yang dapat dilakukan dengan hemat energi, tidak konsumtif, mengurangi dan mengolah sampah, serta efisiensi pengunaan transportasi,” ujar Idis yang membacakan sambutan Meneg LH Ir Rachmat Witoelar.

Adapun tema yang diangkat tahun ini adalah “Iklim Berubah, Waspadalah Terhadap Bencana Lingkungan”. “Perubahan iklim menyebabkan berbagai persoalan lingkungan. Mulai dari perubahan pola curah hujan yang mengakibatkan banjir dan longsor. Atau pun musim kemarau berkepanjangan. Hal ini juga berpengaruh terdapat pola musim tanam yang merugikan petani,” cetusnya.

Sementara itu, dari segi kesehatan, habitat kehidupan tergganggu menyebabkan meningkatnya penyakit epidemi, seperti demam berdarah dan malaria. “Jika kita tidak ada upaya pengurangan emisi, maka bumi akan semakin panas. Kondisi ini menyebabkan es di kutub utara mencair, dan meningkatkan permukaan laut, hingga pulau-pulau kecil menjadi tenggelam,” ingatnya.

Setelah apel selesai, Bupati Tapin yang didampingi Wakil Bupati Tapin dan sekretaris daerah menyerahkan bibit tanaman pohon Tanjung dan pohon Penesium kepada kepala dinas, Badan , Kantor untuk ditanam di lingkungan masing-masing dinas, badan, kantor sehingga diharapkan lingkungan tempat tugas akan terasan asri, indah dan nyaman. (nti)


Saturday, June 02, 2007

Pabrik Tahu Ika Cemari Lingkungan

Saturday, 02 June 2007 03:55

BARABAI, BPOST- Penanganan limbah pabrik tahu Ika di Desa Kahakan Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah, diduga tak sesuai prosedur, sehingga mencemari lingkungan.

Camat setempat Johan Hadianto, mengaku telah melakukan peninjauan ke pabrik itu dan menemukan, limbah air sisa proses pembuatan tahu yang dilakukan langsung dialirkan ke sebuah selokan belakang pabrik, yang bermuara ke saluran air sepanjang halaman depan rumah warga.

Akibatnya, selain kondisi air selokan tercemar, bau yang ditimbulkan jika limbah itu tertiup angin, sangat menusuk hidung. Warga yang keberatan lingkungannya tercemar menyampaikan keluhan ini ke Polsek setempat.

Johan bersama Kapolsek Hantakan Iptu Jumina, menyatakan telah memberi peringatan keras kepada pemilik perusahaan, agar memperhatikan aspek lingkungan. Menurut Johan, sebelumnya warga melaporkan masalah ini ke kapolsek.

"Sebenarnya, Selasa (29/5) kami sudah menemui pemilik pabrik tahu dan menyampaikan laporan serta melihat langsung proses penangan limbah pabriknya. Hasilnya bisa dikategorikan mencemari lingkungan," ujar Johan.

Kapolsek Hantakan, IPTU Jumina mengakui menerima laporan. "Mereka meminta kami agar melihat sendiri ke pabrik itu," ujar Jumina. H Abdul Malik, pemilik tahu Ika, mengakui limbah perusahaannya dibuang ke selokan, namun dia berkilah hanya untuk sementara.

"Kita baru beroperasi sekitar enam bulan, makanya masih baca peluang, kalau sudah mantap, kita juga tidak akan menempati lokasi baru, karena yang sekarang terlalu sempit," ujarnya.

Mengenai keluhan warga, Malik memohon maaf jika hal tersebut telah mengganggu, dan meminta waktu membenahi perusahaannya. "Karena baru berdiri, jadi masih banyak yang perlu dibenahi," ungkapnya.

Soal perizinan, Malik mengaku belum memiliki izin dan berjanji segera mengurusnya."Kita juga tidak mau cari masalah, makanya apa yang disarankan pak camat dan kapolsek saat datang ke sini, kita akan turuti, asal kita tetap bisa menjalankan usaha," katanya. yud