Label Cloud

Sunday, July 15, 2007

10 Investor Siap Masuk Kalsel

Jumat, 6 Juli 2007

BANJARMASIN ,- Terkenal sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam, ternyata menjadi satu alasan bagi investor untuk berinvestasi di Kalsel. Sepanjang tahun 2007 ini saja, sudah ada 5 Penanaman Modal Asing (PMA) dan satu Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mendapat ijin usaha tetap dari pemerintah daerah.

Menurut Tholib, Kepala Bidang Pengembangan Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Kalsel kemarin, besarnya nilai investasi dari PMA yang sudah mendapat ijin usaha tetap mencapai 37,3 juta Dollar Amerika dan untuk PMDN mencapai Rp 39,3 miliar.

Sedangkan untuk investasi yang rencananya bakal masuk ke Kalsel ada sekitar 10 investor. Mereka terdiri dari 5 PMA dan 5 PMDN. Diantaranya untuk PMA, yaitu PT Balangan Energy and Environmental Resource senilai 1 juta dollar, PT Coal Trans Jaya senilai 400 ribu dollar, PT Gunung Harang Trading senilai 100 ribu dollar dan PT Illuva mining senilai 1,2 dollar.

“Untuk PMDN, diantaranya PT Putra Adil Laksana senilai Rp 17,1 triliun, PT Cis Resources senilai Rp 18 miliar dan PT Kalimantan Prima Persada senilai Rp 2,5 miliar. Total jenderal investasi yang Kalsel mencapai Rp 17,5 triliun untuk PMDN dan Rp 2,7 juta dollar untuk PMA. Ini rencana untuk tahun 2007-2008,” tambah Tholib.

Adapun daerah-daerah yang paling potensial menjadi lirikan investor adalah Kabupaten Tanah Bumbu, Kotabaru, Tanah Laut dan Kabupaten Banjar untuk sumber daya alam, terutama sektor pertambangan. Hanya investasi di Kabupaten Batola yang berupa pendirian Pabrik Pulp.

“Ini merupakan investasi yang cukup besar untuk Kalsel, terutama untuk Pabrik Pulp. Karena itu, harus cepat direalisasikan dan ini rencananya untuk 2008. Kami berharap pemerintah daerah bisa mengambil kesempatan ini, sehingga investasi di Kalsel bisa semakin berkembang dan meningkat,” imbuhnya.(sya)

Sunday, July 08, 2007

Terumbu Karang Langsung Hancur

Thursday, 05 July 2007 02:05

KOTABARU, BPOST - Pencairan ikan menggunakan bom peledak di perairan Samber Gelap, Kecamatan Pulau Sebuku, Kotabaru kembali terjadi. Beberapa kali warga setempat melihat kawasan yang penuh dengan terumbu karang yang indah itu dihujani bom.

Pengelola penyu hijau Pulau Samber Gelap Paris, mengatakan, sasaran para pembom itu adalah ikan ikan kerapu, kakap dan tenggiri yang sedang dikembangkan di kawasan itu.

Menurutnya, suara bom itu terdengar hingga radius 100 meter. Saat bom meledak gelombang di sekitarnya langsung naik dengan ketinggian 3 meter dan terumbu karang langsung hancur.

"Saat itulah ratusan ikan besar, seperti tenggiri, kakap, kerapu bergelimpangan di permukaan laut.

Para pembom ikan hanya mengambil ikan besar sedangkan ikan kecil dibiarkan.

Pembom itu, kata Paris, biasanya datang dari Balikpapan. Kemudian meminta izin untuk melakukan pemboman ikan. Meski tidak diizinkan mereka tetap nekad melakukan pemboman.

"Menurut penjaga pulau kami, bom itu diletekkan nelayan di sela terumbu karang. Sering dilakukan di sebelang Tenggara Pulau Samber Gelap karena tersembunyi," kata Paris.

Dinas Perikanan dan Kelautan Kotabaru bersama TNI AL bersikap proaktif dengan selalu melakukan pengawasan terhadap pembom ikan. dhs


Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Sungai di Kalsel Kritis Pelaksanaan Program Bedah Sungai Molor

Rabu, 4 Juli 2007
BANJARMASIN ,- Kepala Bapedalda Kalsel Rachmadi Kurdi mengemukakan, sejumlah sungai dan anak sungai di Kalsel mulai kritis atau mengalami pendangkalan akibat tingginya sedimentasi. Ironisnya, kalau tidak segera dilakukan revitalisasi, diperkirakan dalam kurun waktu 10 tahun ke depan banyak sungai dan anak sungai yang mampet.

“Pendangkalan terjadi akibat masih banyaknya warga Kalsel yang membuang sampah ke sungai, sehingga menumpuk yang menyebabkan sungan mendangkal dan juga tercemar,” ujar Rachmadi Kurdi kepada wartawan, Senin (2/7).

Rachmadi lantas menyebutkan sungai-sungai yang mengalami pendangkalan, diantaranya Sungai Barito, Sungai Martapura, Sungai Basirih. “Sungai yang besar saja tercemar, apalagi sungai kecil atau anak sungai,” cetusnya.

Untuk itulah, tandasnya, perlu segera dilakukan revitalisasi untuk melestarikan sungai-sungai di Kalsel. Salah satu caranya adalah mengarahkan semua proyek yang dikerjakan pemerintah lebih mendukung program kelestarian sungai.

Pemprov Kalsel, lanjutnya, sudah mencanangkan gerakan aksi bersih-bersih sungai yang diberi nama “Bedah Sungai”. Namun kegiatan yang semula dijadwalkan pada Minggu 8 Juli nanti itu terpaksa ditunda karena padatnya jadwal kegiatan Gubernur Rudy Ariffin dan Wagub Rosehan NB yang sejatinya hadir pada kegiatan tersebut. “Kegiatan bedah sungai tetap akan dilaksanakan dan dijadwal ulang,” tambahnya.

Rachmadi mengharapkan, kegiatan bedah sungai tersebut merupakan momentum gerakan revitalisasi sungai yang akan dicanangkan Pemprov Kalsel.

Seperti diketahui, nasib sungai di Banjarmasin yang kian nelangsa, membangkitkan naluri Rosehan NB untuk segera membenahinya. Dia pun merancang aksi bersih-bersih sungai yang diberi nama “Bedah Sungai”. Rencananya, kegiatan ini akan dipusatkan di kawasan dekat Studion 17 Mei, Jalan Jafri Zamzam, Banjarmasin. Selanjutnya, secara serentak, aksi bersih-bersih ini akan dilakukan di 5 kecamatan yang tempatnya ditentukan kemudian.

Menurut Rosehan, pembenahan sungai di Banjarmasin perlu perhatian serius, dan harus mendapat dukungan semua pihak. Dia mengaku miris dengan kian berkurangnya jumlah sungai, akibat pendangkalan, penyempitan, hingga banyaknya bangunan di atas sungai.

Nah, kegiatan yang diharapkan sebagai tonggak awal kepedulian terhadap sungai, mendapat dukungan Kementerian Lingkungan Hidup RI, dan artis ibukota, Peggy Melati Sukma.(sga)