Label Cloud

Tuesday, January 08, 2008

Drainase Dipenuhi Sampah Lagi

Kamis, 6 Desember 2007
Radar Banjarmasin

KESADARAN para pedagang untuk menjaga kebersihan di pasar Martapura sepertinya masih sangat rendah. Buktinya, drainase di Jl Sasaran, tepatnya samping Masjid Agung Al Karomah Martapura tidak pernah bersih dari sampah, meski sering dibersihkan petugas.

Pantauan koran ini di lapangan, drainase yang berdempetan dengan pagar masjid ini, selalui saja dipenuhi sampah-sampah hasil limbah pedagang. Meski sering mendapat pembersihan dari petugas, namun sampah-sampah terus bertambah setiap hari. Hal ini seiring dengan menjamurnya Pedagang Kaki Lima (PKL) di lokasi ini.

Kebanyakan sampah adalah plastik, yang biasa digunakan sebagai pembungkus bahan belanjaan, namun tidak jarang pula sampah sisa limbah dagangan milik PKL yang biasa mangkal di lokasi ini, seperti bekas sayuran dan buah-buahan.(spn)

500 Tong Sampah Hasilkan Kompos

Selasa, 4 Desember 2007
Radar Banjarmasin

AMUNTAI – Dinas Tata Kota, Kebersihan dan Pariwisata HSU bakal punya program ramah lingkungan terbaru. Saat ini, instansi yang menangani bersih-bersih kota ini, sudah menyiapkan program penyehatan lingkungan dengan menyediakan sedikitnya 500 buah tong sampah pengolah kompos.

Dalam waktu dekat ini, pengolahan sampah menjadi kompos ini segera digarap Distakpar HSU. “Saat ini tinggal memberikan pelatihan kepada mereka yang ditunjuk di tiap lingkungan tempat tinggal, siapa-siapa saja yang mengelola tong-tong sampah tersebut,” ujar Kadistakpar HSU, Ahmad Musaddik SSos kepada koran ini.

Recana ini bakal berhasil, ujarnya, bila didukung oleh seluruh warga pengguna tong sampah khusus pembuatan kompos tersebut. “Caranya dengan memisahkan sampah organik dan non organik, nantinya pada prosesnya didalam tong sampah tersebut, sampah organik akan secara alami membusuk dan menghasilkan kompos, sementara sampah non organiknya akan diangkut,” ujar Musaddik.

Manfaat ganda akan diperoleh pada tong sampah penghasil kompos ini. Selain mengurangi beban angkut armada sampah di Kota Bertakwa ini, komposnya bisa langsung dimanfaatkan warga. “Apalagi sekarang ini, kebutuhan kompos untuk tanaman bunga yang dimiliki ibu-ibu rumah tangga semakin ramai saja,” cetusnya.

Setiap lingkungan nantinya, beber Musaddik, ada satu petugas khusus yang dilatih bisa mengelola tong sampah penghasil kompos tersebut. “Petugas kebersihan yang kita berikan pelatihan khusus tersebut nantinya yang akan mengelolanya, kepada warga mereka lah yang memberikan pembelajaran pembuatan kompos berbahan sampah organik tersebut,” tukasnya. (bie)


Gapensi Bantu Korban Puting Beliung

Sabtu, 1 Desember 2007
Radar Banjarmasin

BATULICIN - Menteri Kehutanan (Menhut) RI H MS Kaban, mengingatkan, tantangan lingkungan hidup paling berat yang akan dialami umat manusia adalah terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim.

”Terjadinya pemanasan global yang terlampau ekstrim ini adalah akibat pembakaran bahan fosil, terutama batubara, minyak bumi, dan gas alam yang berlebihan,” ujar Menhuti.

Pernyataan Menhut tersebut disampaikan Wakil Bupati Tanbu H Abdul Hakim G, pada acara ” Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Pekan Pemeliharaan Pohon” yang dipusatkan di Desa Manunggal Kecamatan Karang Bintang, Rabu (28/11).

Menhut memaparkan, pembakaran tersebut melepaskan gas-gas berbahaya ke atmosfer bumi, diantaranya karbondioksida (CO2) dan gas-gas lain yang disebut Gas Rumah Kaca (GRK).

”GRK ini akan mengakibatkan semakin tingginya suhu bumi akibat pemanasan global,” jelas Menhut.

Menhut mengatakan, Indonesia memiliki peran yang penting dalam isu perubahan iklim global dengan menyediakan lingkungan berupa penyerapan emisi karbon dari hutan yang ada.

”Hutan Indonesia yang luasnya 120,3 juta hektare, diyakini mampu menyerap emisi secara siqnifikan,” katanya.

Meski demikian, lanjut Menhut, terjadinya deforestasi dan degradasi hutan di Indonesia juga dianggap sebagai sumber emisi karbon karena melepas CO2 ke atmosfer.

”Aksi penanaman serentak ini merupakan sumbangsih bangsa Indonesia dalam rangka memperbaiki lingkungan, serta upaya untuk menanggulangi pemanasan global yang dipersembahkan bagi umat di seluruh dunia,” ujar Menhut.

Sekadar diketahui, untuk tanam perdana di Desa Manungal Kecamatan Karang Bintang, Pemkab Tanbu melakukan penanaman sebanyak 1.000 pohon jenis mahoni. Kemudian, pada hari yang sama juga dilakukan penanaman di Kecamatan Satui sebanyak 1.000 pohon oleh anggota TNI. Jadi, total keseluruhan yang akan ditanam pada hari itu sebanyak 2.000 batang pohon jenis mahoni.

Pada tanggal 1 Desember (hari ini, red) kembali akan di lakukan penanaman pohon oleh organisasi wanita seperti TP-PKK, DWP, GOW, yang dibantu oleh PKK Desa, GOW Desa, dan DWP Desa bersama masyarakat sebanyak 1.650 batang pohon yang akan dilakukan di masing-masing kecamatan yang ada di Tanbu.

Masing-masing kecamatan mendapatkan 100 batang pohon yang akan di tanam di desa yang sudah ditunjuk berdasarkan kepentingan dari desa tersebut.

Sedangkan untuk desa yang mendapat penanaman pohon yaitu, Kecamatan Kusan Hilir di tempatkan di Desa Batuah (100 batang), Kecamatan Batulicin di Desa Batulicin (100 batang), Kecamatan Simpang Empat di Desa Mekar Sari dan Sari Gadung (100 batang), Kecamatan Kuranji di Desa Giri Mulya (100 batang), Kecamatan Sungai Loban di Desa Sebamban Lama (100 batang), Kecamatan Mentewe di Desa Mantewe (100 batang), Kecamatan Angsana di Desa Angsana (100 batang), Kecamatan Kusan Hulu di Desa Binawara (100 batang), Kecamatan Satui di Desa Makmur Mulya (100 batang) dan Kecamatan Karang Bintang di Desa Manunggal (100 batang). (kry)