Bpost; Sabtu, 29 Juli 2006 02:58:12
KOTABARU - Bantuan untuk korban kebakaran di Desa Rampa dan Desa Kotabaru Hulu, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru terus mengalir dari beras hingga perlengkapan wanita.
Bahkan posko induk di halaman Masjid Raya Kotabaru tidak dapat lagi menapung dan barang-barang tersebut langsung didistribusikan kepada korban kebakaran.
Sebanyak 35 orang peserta Diklatpim IV dengan sukarela mengumpulkan dana pribadi dibelikan 240 kotak susu bayi, pasta gigi tujuh, sabun cuci dan pembalut wanita.
Asisten III Pemkab Kotabaru Drs. ainal Arifin, mengatakan, bantuan langsung didistribusikan kepada korban karena tidak ada lagi tempat gudang penampungan. Bahkan beberapa korban kebakaran ustru menyetok barang termasuk beras.
Hingga saat ini daftar bantuan dari donatur tercatat beras sebanyak 1.089 zak, air mineral 2.348 dos, mi instan 4.370 dos, minyak goreng 1.127 botol, telur 9.510 biji, kecap 1.250 botol, sarden 5.440 kg, terpal 270 lembar, gula 966 kg serta bantuan uang tunai.ant
Label Cloud
Saturday, July 29, 2006
Bantuan Menumpuk
Terfokus Satu Sektor
Sabtu, 29 Juli 2006 02:54:59
* Iklim usaha Kalsel belum kondusif
Banjarmasin, BPost - Kalsel dinilai belum mampu menciptakan iklim usaha yang kondusif seperti daerah lain yang justru mampu menarik invetor untuk datang.
Penilaian tersebut disampaikan Dirut Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalsel, H Hermani Abdurahman, Jum’at. Menurut dia sektor usaha di Kalsel masih terkesan terfokus pada satu sektor saja, padahal seharusnya yang bekembang itu seluruh sektor.
Sebagai contoh, sekarang ini usaha yang dianggap berberkembang baik hanyalah sektor usaha di bidang pertambangan batubara, sementara waktu-waktu sebelumnya itu juga hanya terfokus pada usaha perkayuan. Sementara di kawasan lain yang iklim usahanya bagus dan maju berkembang di semua sektor.
Selain itu usaha yang berkembang di Kalsel juga hanya bersumber dari pengesploitasian sumber daya alam (SDA) yang bila kelamaan bisa habis, sementara sektor produksi barang industri, pertanian dan lainnya kurang dikembangkan.
Sektor pertanian di Kalsel sekarang memang sudah mulai merangkak, seperti perkebunan kelapa sawit, perkebunan karet, tetapi kan investasi demikian membutuhkan waktu untuk bisa memperoleh keuntungan.
Kendati sektor usaha pertanian seperti perkebunan ini membutuhkan waktu lama memetik hasilnya, tetapi sektor ini sangat baik dikembangkan, karena terbukti selalu bertahan dihantam goncangan resesi ekonomi.
Dalam upaya menciptakan iklim investasi tersebut diperlukan kreativitas pihak petinggi daerah ini, gubernur ditingkat propinsi, serta bupati dan walikota ditingkat kabupaten/kota.
Gubernur dan para bupati/walikota harusnya memiliki tingkat kepekaan dalam melihat setiap peluang yang bisa dikembangkan di wilayahnya masing-masing, kemudian bisa mempromosikan peluang tersebut kepada kalangan usahawan. ant
Pertamina Akui Kurangi Pasokan
Bpost; Sabtu, 29 Juli 2006 02:55
MENGUSUNG alasan menyeimbangkan kuota minyak tanah untuk Kalimantan Selatan yang telah ditetapkan pemerintah sebesar 180,480 kiloliter, PT Pertamina melakukan pengurangan pasokan minyak tanah ke masyarakat.
"Berdasarkan kuota tersebut, realisasi dari Januari sampai dengan Juni kita sudah over 50 persen lebih. Sehingga bulan Juli ini kita bertahap melakukan pengurangan kuota biar bisa menyuplai masyarakat terus sampai akhir tahun," jelas Wira Penjualan PT Pertamina UPms Wilayah VI Banjarmasin, Yanuar Budi Hartanto.
Pengurangan tersebut dilakukan dengan pengurangan suplai hari kerja. Jika sebelumnya dalam sebulan terdapat 26 hari kerja untuk melakukan suplai ke masyarakat, maka dikurangi menjadi 24 hari kerja mulai Juli ini.
"Dan Agustus nanti kita rencanakan dari 25 hari kerja menjadi 22 hari kerja saja. Ini dalam rangka memenuhi kuota. Sebab permohonan penambahan kuota ternyata tidak disetujui," tambahnya.
Mengenai penyebab over kuota yang telah terjadi semester pertama tahun 2006, Yanuar mengatakan karena memenuhi pesanan sesuai kontrak dengan para agen yang telah dibuat sebelumnya. Di mana hal itu dimaksudkan untuk memberikan pelayanan yang optimal.
"Tidak tahunya memang berapa pun di suplai ke pasar pasti habis. Padahal di sini banyak sekali pengguna minyak tanah yang tidak sesuai peruntukannya, seperti sebagai bahan bakar perahu nelayan," tambahnya.
Padahal menurut Yanuar, jika minyak tanah digunakan sesuai peruntukannya maka meski kuota tidak ditambah tetap mencukupi keperluan masyarakat. Dengan asumsi masing-masing keluarga mendapatkan sekitar 5 liter mitan setiap pekannya. nda
