Label Cloud

Monday, December 25, 2006

Banjarmasin Lampu Kuning

Sabtu, 16 Desember 2006 01:56:41
* Anugerah Adipura 2007

Banjarmasin, BPost
Berbagai upaya membersihkan lingkungan telah dilakukan. Namun kenyataannya, Kota Banjarmasin masih berada dalam posisi kritis alias lampu kuning. Bukan mustahil Kota Bungas ini bakal kembali menyandang sebagai kota terkotor.

Hasil Penilaian Adipura Tahap I
Nama Kota Nilai Fisik Sebelumya

Martapura


64,28


58,24

Batulicin


63,16


54,35

Pelaihari


61,98


66,46

Banjarbaru


61,50


60,39

Kotabaru


59,98


57,53

Banjarmasin


59,53


61,93

Marabahan


58,90


53,16

Barabai


58,32


61,90

Kandangan


57,52


60,00

Paringin


55,91


62,51

Amuntai


55,87


58,42

Tanjung


55,21


60,87

Rantau


53,97


53,91

Sumber : Bapedalda Kalsel

Berdasar penilaian Tim Adipura periode September-Oktober 2006, yang dilansir Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kalimantan Selatan, Rachmadi Kurdi, Jumat (15/12) nilai Kota Banjarmasin merosot. Tapi uniknya, meski nilainya turun, dari 12 kota di seluruh Indonesia, Banjarmasin berada di posisi sembilan.

Sebagai gambaran, Kota Banjarmasin yang masuk kategori kota besar pada 2005/2006 mengantongi poin 61,93 saja dinobatkan sebagai kota terkotor. Apalagi kini nilai yang dikantongi hanya 59,53. Jelas ini mengkhawatirkan.

"Pada penilian tahap pertama Anugerah Adipura 2006/2007, nilai yang diperoleh Kota Banjarmasin hanya 59,53. Ini warning, agar semua pihak melakukan perbaikan. Masih ada kesempatan di penilaian tahap kedua," ungkapnya.

Pejabat yang diboyong Gubernur Kalsel Rudy Ariffin dari Pemkab Banjar ini menyarankan agar trotoar di jalan arteri seperti di Jalan A Yani dan Jalan Jafri Zam Zam difungsikan lagi. Caranya, dilakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima.

Kemudian membersihkan pasar yang kondisinya masih kumuh, tidak ada drainase. Ini diperparah dengan tidak adanya penghijauan. Semua terlihat gersang.

"Kalau tidak ada pembenahan dari sekarang, bukan mustahil Banjarmasin kembali menjadi yang terkotor. Ada tiga kota yang bakal ditetapkan sebagai kota terkotor," tandasnya.ais

Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Lestarikan Anggrek Meratus!

Jumat, 15 Desember 2006 01:19:48
Banjarbaru, BPost
Masyarakat adat Dayak Meratus kembali protes eksploitasi alam di wilayah mereka. Warga meminta anggrek alam,di kawasan Kecamatan Loksado, Hulu Sungai Selatan agar tidak dipetik, karena hutan merupakan napas hidup masyarakat adat.

Asnawi, tokoh adat dari Balai Malaris mengatakan, nilai jual tumbuhan ini memang cukup tinggi. Namun warga setempat tak pernah mengambilnya demi kepentingan kelestarian.

Sementara pengambilan oleh pihak luar semakin agresif tanpa memperhatikan dampak lingkungan. "Pilihan kami, anggrek alam Meratus boleh diambil jika pemanfaatannya jelas," tandas Asnawi, warga Dayak dari Balai Adat Malaris, Loksado.

Asnawi mewakili masyarakat adat dengan lantang menyuarakan larangan itu di hadapan puluhan peserta seminar bertema ‘Potensi Anggrek Alam Kalsel dan Sinergitas Antara Konservasi dan Bisnis di Aula Museum Lambung Mangkurat, Kamis (14/12).

Ia menyatakan sikap tegas itu harus ditetapkan karena banyak pengusaha memberikan penawaran tinggi,jika ada yang membawa anggrek dari Meratus.

Karena itu, lanjut Asnawi masyarakat Dayak, didampingi Yayasan Cakrawala Hijau Indonesia (YCHI) Banjarbaru bertekad membabat habis pola pengambilan dari habitatnya.

"Sebagai gantinya, harus ada pola baru pengembangan sinergis antara bisnis dan kelanjutannya,"katanya.

Masyarakat malaris telah melakukan pengelolaan konservasi. Mereka menetapkan kawasan perlindungan anggrek, berdasarkan kesepakatan lokal dalam pengelolaannya, seperti hukum adat. Untuk mengurangi tekanan populasi alam anggrek Meratus diperbanyak melalui pembibitan dan perbanyakan.

Pola ini tak sekadar memanfaatkan anggrek dari sisi jualnya, melainkan pengembalian ke alam. Setidaknya 20 persen hasil budidaya akan kembali. Selain upaya ini bisa meningkatkan pendapatan warga sekitar. niz

Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Ancam Pesisir Kalsel

Kamis, 14 Desember 2006 02:41:04
STASIUN Klimatologi BMG Kelas I Banjarbaru menyatakan puting beliung yang menyerang 3 kecamatan di Kabupaten Banjar akibat pengaruh Siklon (badai) Utor. Sampai Selasa (12/12) malam siklon masih terlihat.

Forecaster BMG Irman Sonjaya memprediksi kejadian itu bisa terulang. Pasalnya, pola angin yang melewati Kalsel, didominasi pola Utara Selatan yang memiliki kontribusi memunculkan angin besar dengan gerak cepat.

Puting beliung mengancam pesisir Kalsel seperti Tanah Laut, Batu Licin dan Kotabaru. Angin bisa saja langsung merobohkan bangunan dengan kekuatan antara 35 sampai 40 knot. Kekuatan tersebut bakal lebih dahsyat lagi ketika melalui kawasan yang bebas hambatan. niz

Copyright © 2003 Banjarmasin Post