Label Cloud

Sunday, March 23, 2008

Pantai Tabanio Gersang

Senin, 24-03-2008 | 01:10:08

PELAIHARI, BPOST - Pantai Tabanio, Kecamatan Takisung, Tanah Laut, kini semakin gersang menyusul musnahnya pepohonan alam di pantai setempat akibat gerusan abrasi. Sementara penghijauan belum bisa dilakukan secepatnya oleh dinas Kehutanan.

“Kami prihatin sekali dengan kondisi di Pantai Tabanio itu. Namun kami juga belum bisa segera menghijaukan tempat itu, karena faktor teknis,” kata Kadishut Tala H Aan Purnama, belum lama ini.

Menurutnya, penghijauan harus dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi alam. Penghijauan di Pantai Tabanio bisa dilaksanakan jika pantai setempat telah dilengkapi bronjong (bangunan pemecah gelombang).

“Bertumbangannya pepohonan di Pantai Tabanio menunjukkan betapa sporadisnya abrasi. Jika pesisir pantai setempat langsung kami tanami pohon penghijauan, maka kemungkinan akan gagal. Pohon akan hanyut diseret gelombang,” kata Aan.

Dengan kondisi Pantai Tabanio saat ini, Aan berpendapat langkah pertama yang lebih tepat dilakukan adalah mengamankan pantai setempat melalui pembangunan bronjong. Jika bangunan pemecah gelombang ini telah dibangun diyakini abrasi bisa diatasi atau setidaknya diperkecil dampak gerusannya.

Apa yang dikatakan Aan bukan tanpa dasar. Beberapa desa di sekitarnya yang telah dilengkapi bronjong, seperti, Desa Pagatan Besar dan Takisung, kini telah terbebas dari ancaman abrasi. Sebelumnya abrasi di Pagatan Besar cukup parah hingga menelan beberapa rumah nelayan dan pekuburan.

“Jika nanti Pantai Tabanio telah dilengkapi bronjong, ombaknya tidak besar lagi, barulah penghijauan bisa dilaksanakan. Pertimbangan teknis seperti ini mesti diperhitungkan, supaya apa yang kita lakukan menjadi percuma,” ucap Aan.(roy)

Penambang Kelabui Polisi

Sabtu, 22-03-2008 | 00:30:35



• Beroperasi Sore dan Malam

MARTAPURA, BPOST - Para penambang emas di Desa Sungai Luar dan Bunglai, Kecamatan Aranio Banjar ternyata lebih mahir dari polisi.


Buktinya, para penambang emas yang sudah dilarang beroperasi sejak 14 Februari 2008 lalu, ternyata masih menjalankan aktivitasnya.

Kepolisian, selama ini hanya bisa mengira-ngira bahwa penambangan itu masih berlanjut, tapi tidak bisa membuktikan secara pasti.

Memang, mesin-mesin penggerak tromol untuk menghaluskan tanah dan batu berisi biji emas itu sudah tidak ada di tempat, tapi ternyata tromol itu masih sering beroperasi, terutama bila sore atau malam hari.

Pada siang hari, atau saat ada pemeriksaan oleh aparat, para penambang emas itu menyimpan mesin-mesin penggerak tromol, tapi bila situasi sudah aman, mereka memasang mesin-mesin itu lagi.

Kepala PLTA Riam Kanan, Ir Kardoyo mengatakan, dia masih sering menyaksikan adanya aktivitas penambangan di kawasan hutan lindung yang terletak di tengah waduk Riam Kanan.

Penambangan itu biasanya dilakukan pada sore atau malam hari. Dia juga melihat adanya pengangkutan bahan-bahan tambang itu ke tempat lain di luar area waduk.

"Dari pengamatan kami, penambangan itu masih berlangsung terus. Biasanya dilakukan sore atau malam hari. Mereka juga mendulang emas itu di tempat lain," kata Kardoyo, Jumat (21/3).

Menurutnya, cadangan emas di kawasan itu masih sangat banyak, karena baru beberapa bulan terakhir dieksplorasi. Hingga kini, kata dia, hampir tiap hari masih saja ada pengangkutan bahan-bahan tambang emas itu keluar waduk.

Biasanya, pengangkutan tanah dan batu berisi biji emas itu dilakukan menggunakan sepeda motor melalui jalan setapak yang ada di sekitar kawasan waduk.

Dikatakan, jika penambangan itu tidak dihentikan secara total, dia khawatir akan menyebabkan pendangkalan waduk Riam Kanan terjadi lebih cepat.

Tanpa penambangan emas ilegal itu saja, pendangkalan waduk Riam Kanan sudah setinggi 25 sentimeter per tahun. Pendangkalan dengan cepat itu terjadi sejak tahun 2000 lalu, dan hingga kini telah mencapai 1,5 meter lebih. (sig)

Bekantan Segera Diisolasi

Sabtu, 22-03-2008 | 00:30:25

PELAIHARI, BPOST - Habitat bekantan di Tanah Laut semakin menyusut dan mulai membahayakan populai satwa langka yang menjadi maskot Kalsel ini. Mengantisipasinya, Dinas Kehutanan Tala akan melakukan isolasi.

Kepala Dinas Kehutanan H Aan Purnama, mengatakan, pengisolasian bukan berarti memagari kawasan hutan yang menjadi habitat bekantan.

"Tapi nanti kami akan menanam pohon-pohon yang menjadi makanan bekantan. Juga membangun beberapa unit tower untuk tempat mengawasi keberadaan bekantan, sekaligus sebagai tanda sehingga warga tahu lokasi itu merupakan kawasan yang dilindungi," katanya

Diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (19/3), Aan mengatakan antara lain jenis pohon yang akan ditanam yaitu rambai. Pohon rawa ini akan ditanam di kawasan hutan yang menjadi habitat bekantan.

Rambai adalah jenis kayu lokal khas Kalimantan yang hidup di pinggir sungai. Pohon ini bisa tumbuh besar dengan tinggi mencapai belasan bahkan puluhan meter. Pohon ini berbuah dengan rasa asam yang sangat disukai bekantan.

Aan mengatakan isolasi akan diupayakan terlaksana dalam tahun ini juga. Lokasi yang akan diisolasi, antara lain, kawasan bantaran sungai di Desa Kuala Tambangan Kecamatan Takisung dan Muara Asam-Asam Kecamatan Jorong.

Populasi bekantan di kedua tempat itu, sebut Aan, masih lumayan banyak. Saat dirinya melakukan peninjauan lapangan beberapa bulan lalu didapati beberapa kelompok bekantan yang sedang mencari makanan di pinggiran sungai.

Meski populasi satwa yang dilindungi itu masih banyak, namun keberadaannya mulai terancam menyusul semakin sedikitnya makanan. Selain itu, juga kian intensnya aktivitas warga (ladang berpindah, pengrajin atap daun nipah) yang aktivitasnya semakin mendekati habitat bekantan.

Selain di dua tempat itu, bekantan juga berkoloni di beberapa tempat di Tala. Yang telah terdeteksi yaitu di hutan di kawasan Sungai Swarangan, Kecamatan Jorong dan di Desa Panjaratan Kecamatan Pelaihari. (roy)