Label Cloud

Wednesday, August 29, 2007

Bersahabat dengan Sampah

Tuesday, 07 August 2007 02:03

Ades Hendra M
Pemerhati Lingkungan Tinggal di Jogjakarta

Pernahkah kita merenungkan bahwa sebenarnya sampah begitu dekat dengan dan dalam kehidupan kita sehari-hari? Hampir setiap aktivitas hidup kita menghasilkan sampah sebagai bagian dari proses kita mewujudkan tujuan aktivitas hidup kita. Bila kita cermati lebih jauh, ternyata dalam sehari semalam saja kita dapat menghasilkan sekian sampah. Ini baru satu rumah satu keluarga. Belum lagi jika dikalikan dengan rumah dan jumlah penduduk dalam satu wilayah, bisa dibayangkan berapa banyak sampah yang dihasilkan dalam sehari.

Terdapat beberapa prinsip logis yang bisa diterapkan dalam keseharian, misalnya dengan menerapkan Prinsip 4R yaitu: Reduce (mengurangi). Semakin banyak material digunakan, semakin banyak sampah yang dihasilkan. Reuse (memakai kembali). Sebisa mungkin menggunakan barang-barang yang bisa dipakai kembali, sehingga dapat memperpanjang usia pemanfaatan barang sebelum menjadi sampah. Recycle (mendaur ulang) mengoptimalkan nilai manfaat suatu barang yang telah terpakai. Dalam tinjauan ekonomis, ini berarti penghematan. Replace (mengganti) yakni menggunakan barang-barang sehari-hari dengan barang yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan. Misalnya, memilih keranjang yang tahan lama daripada kantong plastik.

Potensi Tersembunyi
Secara garis besar, sampah dapat dibagi ke dalam dua kelompok besar. Kelompok sampah organik, yaitu yang berasal dari alam dan mudah terurai dalam jangka waktu tidak terlalu lama oleh proses alamiah. Contohnya, sisa sayur mayur, daun-daun kering, kulit buah, kayu, sisa makanan, limbah dapur, dan lain-lain.

Kelompok kedua sampah anorganik. Sampah dari benda buatan manusia yang sulit terurai secara alamiah dan memakan waktu lama. Sampah anorganik yang dibuang ke tanah, sungai dan laut membutuhkan waktu sedemikian panjang untuk penguraiannya. Kertas dapat terurai dalam rentang waktu 3 - 6 bulan, kain 6 bulan - 1 tahun, filter rokok dan permen karet lima tahun, kayu dicat 13 tahun, nilon lebih dari 30 tahun, plastik dan logam lebih dari 100 tahun, kaca sejuta tahun, bahkan ban karet tidak bisa diperkirakan waktunya. (Intisari, Desember 2006).

Beberapa metode/kegiatan yang biasanya ditempuh dalam penanganan sampah antara lain dengan cara pengomposan, dibakar, dihancurkan, didaur ulang dan ditimbun. Kompos sangat berguna memelihara kesuburan tanah dan menjadi pasokan nutrisi bagi tanaman. Bila kompos diproduksi dalam jumlah banyak dapat dikomersialkan dengan menjualnya kepada petani, pengusaha tanaman.

Pembakaran sampah dipadukan dengan teknologi tepat guna dapat menghasilkan listrik dan energi alternatif. Sedangkan daur ulang dilakukan melalui pengolahan sampah yang tepat sehingga mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomis. Menyadari potensi besar yang tersembunyi ini, mengapa kita tidak memulai bersahabat dengan sampah?

e-mail sang_rajawali@yahoo.com


No comments: