Label Cloud

Saturday, September 13, 2008

Ketika PT Galuh Cempaka Dibuka Lagi Karyawan Serentak Sujud Syukur

Sabtu, 13 September 2008

Lebih 5 (lima) bulan tidak bekerja, kini ratusan karyawan perusahaan tambang intan PT Galuh Cempaka (GC) bisa bernapas lega. Sejak beberapa hari ini, SK pengoperasian telah keluar.

MULYONO TASMAN, Banjarbaru

BAGI Suhaili (35), kembalinya beroperasi perusahaan tambang intan ini patut disyukuri. Maklum saja, selama SK Gubernur Kalsel turun yang memerintahkan PT Galuh Cempaka stop sementara beroperasi sempat membuat resah karyawan, termasuk dirinya.

Tak heran, begitu Selasa (10/9) lalu ada kabar yang menyebutkan PT GC boleh beroperasi lagi, ia beserta karyawan lain meluapkan kegembiraan dengan melakukan sujud syukur.

“Kita bersyukur mas, akhirnya bisa kerja lagi,” ungkap bapak 3 anak ini.

Pun sejauh ini perusahaan tidak beroperasi, beber Suhaili dirinya tetap saja masuk. Gaji pun tetap dibayar sebagaimana biasanya. Tentu, dengan dibukanya operasional PT GC ini, ia bisa bekerja tenang tanpa ada rasa khawatir.

Senada dengan Suhaili, Siti Rahimah (32) karyawan lainnya juga mengungkapkan rasa yang tak jauh berbeda. Wanita yang keseharian ditempatkan di bagian sortir produksi intan bisa secepatnya bekerja.

“Alhamdulilah, sejak kemarin sudah bisa berkerja. Rasanya senang banget kata wanita yang sudah 4 tahun menjadi karyawab perusahaan intan yang bermarkas di London ini.

Menurutnya, kerja di PT GC ini sudah menjadi tumpuan hidup untuk mencukupi keluarganya. Tentu selain tetap mendapatkan gaji, ia pun bisa menikmati Tunjangan Hari Raya (THR).

Sementara itu, sebagai bentuk syukur telah dibukanya pengoperasiannya, Kamis (11/9) kemarin pimpinan, karyawan menggelar buka bersama dengan anak panti asuhan Al Ashqo Palam.

Tak hanya berbuka saja, PT GC juga memberikan santunan uang kepada anak panti.

Acara berbuka itu juga dihadiri tokoh masyarakat Cempaka, Kapolresta AKBP Drs Zuhdi B Arrasuli serta tokoh ulama.

Disebutkan Subhan Abu Bakar, Personalia PT GC sejauh ini jumlah karyawan yang masih bertahan sebanyak 559 karyawan. Dari total itu, 6 diantaranya ekspat (asing), 15 karyawan luar Kalsel, sisanya karyawan lokal Kalsel.

Meski sempat tak beroperasi, ungkap Subhan semua karyawan akan tetap mendapatkan THR bila masa kerjanya di atas 1 tahun. Bila kurang setahun, akan mendapatkan THR disesuaikan.

“Pengoperasian ini masih dalam masa percobaan 6 bulan. Mudahan saja, PT GC bisa melewati dengan baik dan menyiapkan segala sesuatunya, termasuk menjada masalah lingkungannya,” ungkap Subhan yang diamini FA Abby SH MH (Legal Konsultan) dan Ir Joko Hadiono (Konsultan Lingkungan PT GC). ***


No comments: